«

»

Dec 12 2011

Print this Post

Paduan Suara Praja IPDN Meriahkan Peringatan Puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-39 Tingkat Nasional Tahun 2011

(Pontianak, 31 Mei 2011) Paduan Suara Praja IPDN Kampus Jatinangor dan Kampus IPDN Kubu Raya dukung Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-39 Tingkat Nasional Tahun 2011.  Puncak Peringatan BBGRM VIII dan HKG PKK ke-39 sendiri berlangsung pada Selasa (31/5/2011), di Mega Mall Ahmad Yani, Pontianak. Peringatan kali ini mengusung tema ”Dengan Semangat Kesatuan Gerak PKK dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Kita Perkuat Sinergitas, Partisipasi dan Keberdayaan Masyarakat Menuju Bangsa yang Mandiri dan Sejahtera”.  

Sambil menunggu kehadiran Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pembawa acara membacakan pemenang lomba yang digelar PKK pusat. Acara juga diisi paduan suara lagu medley dari Institut Ilmu Pemerintahan. Panduan suara IPDN terdiri dari paduan suara inti (Nindya Praja) Kampus IPDN Jatinangor sebanyak 30 orang, Praja Kampus Kalimantan Barat sebanyak 60 orang ditambah paduan suara Kerubim sebanyak 31 orang sehingga total jumlah anggota paduan suara sebanyak 121 orang.  Rombongan paduan suara Praja IPDN dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Benhard Rondonuwu, S.Sos., M.Si dan 5 orang pendamping lainnya dari Kampus IPDN Jatinangor.

Kelompok paduan suara membawakan lagu daerah yang berasal dari 33 provinsi, lagu perjuangan, lagu rayuan pulau kelapa dan lagu yang diciptakan oleh Bapak Presiden SBY yaitu lagu Mentari Bersinar dan Majulah Negeriku.  Lagu utama yang dinyanyikan oleh kelompok paduan suara adalah lagu Indonesia Raya dan Mars PKK.

Sekitar pukul 10.00, Presiden SBY dan Ibu Negara, memasuki tempat acara. Turut serta Gubernur Kalbar dan Ketua TP PKK Kalbar, Ny. Frederika Cornelis. Rombongan presiden disambut oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan lainnya. Para undangan diminta berdiri.  Begitu presiden sampai di kursi, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dengan khidmat diiringi musik.  Sambil berdiri, semua yang ada menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu yang dapat menumbuhkan semangat nasionalisme terhadap NKRI. Mars PKK kemudian dinyanyikan. Presiden SBY kemudian disuguhi dengan tarian Gempita Khatulistiwa.   Gubernur Kalbar, kemudian memberikan sambutan selamat datang secara resmi kepada Presiden RI. Pada sambutannya gubernur mengatakan bahwa Pemprov Kalbar ingin lebih meningkatkan hasil pembangunan di daerah yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal itu sejalan dengan program prioritas pembangunan aptoide apk yang tertuang di dalam RPJMD Provinsi Kalbar 2008-2013.  Tapi, Kalbar masih dihadapkan  pada kondisi infrastruktur seperti jalan, jembatan, sarana prasarana perhubungan meliputi pelabuhan dan bandara, serta penyediaan listrik dan air bersih, yang dirasakan masih terbatas. Melalui bantuan pemerintah, Pemprov Kalbar, berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur. Seperti, pembangunan Jalan Lintas Kalimantan, pembangunan Jalan Akses Perbatasan, pembangunan Jembatan Tayan, pengembangan Bandara Supadio, pengembangan energi baru terbarukan serta peningkatan kapasitas pengolahan air baku dan air bersih.

Setelah Gubernur kemudian giliran Mendagri Gamawan Fauzi menyampaikan laporan, yan intinya menyatakan bahwa  “PKK adalah upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” kata Fauzi. Usai Gamawan membacakan laporan, pembagian bantuan dan penghargaan pemenang lomba yang digelar PKK pusat dilakukan. Setelah itu, puncak acara dimulai yakni  sambutan sekaligus membuka serangkaian kegiatan oleh Presiden SBY.

Pada awal sambutannya, SBY mengakui sudah hampir lima tahun tidak berkunjung ke Kalbar.  “Saya melihat perubahan yang baik dan kemajuan Kota Pontianak. Banyak bangunan, kemajuan dan gerak perekonomian di  tempat ini. Masyarakat yang saya ketahui, tetap dinamis, rukun dengan menjunjung tinggi nilai pluralisme, seperti yang ditunjukkan pada tarian tadi,” ungkap SBY terkesan. 

SBY pun  memberikan sambutan, pesan, ajakan, amanah dan motivasinya kepada masyarakat Kalbar dan Indonesia. SBY juga membuka acara itu secara resmi ditandai dengan pemukulan Kangkuang, sebuah alat musik tradisional masyarakat Dayak dari Kapuas Hulu.  SBY beserta rombongan kemudian meninjau stand pameran didampingi beberapa pejabat dan media massa. Usai keluar dari kawasan stand dan hendak menuju mobil, banyak masyarakat Kalbar ingin bersalaman dengan Kepala Negara dan Ibu Negara, itu. SBY pun dengan senyumannya bersama sang istri, dengan segala kerendahan hati mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan warganya.

Sumber :  Pembantu Rektor 3 bidang kemahasiswaan  dan  Koordinator/anggota paduan suara Gita Puja Wyata  (NP Mardonio Baptista Bayak).

 

 

Permanent link to this article: http://kalbar.ipdn.ac.id/?p=4

Leave a Reply