“Peran Media dalam Membentuk Stigma Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah”

Penyelenggaraan pemerintah sejak kemerdekaan bangsa Indonesia telah mengalami fase-fase perubahan kebijakan yang diterapkan oleh masing-masing presiden yang memimpin Indonesia, sesuai dengan kondisi pada saat itu. Hal tersebut diringi dengan mulai berkembangnya media-media baik tulis atau elektronik untuk meliput dan melaporkan situasi penyelenggaraan pemerintahan pada setiap periode penyelenggaraan pemerintahan,  mulai  dari Orde Lama oleh Presiden Soekarno hingga era reformasi saat ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setiap gebrakan ataupun kejadian-kejadian yang terjadi pada penyelenggaraan  pemerintahan baik di level pemerintah pusat atau daerah akan tersebar  luas melalui bidikan-bidikan gambar dan tulisan yang menjelaskan, mengurai, menganalisis, mengkritik dan memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah. Posisi media sangat berpengaruh besar terhadap kinerja Pemerintahan sebagai sarana publikasi aktivitas penyelenggaraan pemerintahan

             Media publik adalah suatu lembaga independen yang berbentuk badan hukum, yang memiliki wewenang untuk meliput seluruh kejadian-kejadian yang memiliki nilai berita dan mampu meberikan informasi sesuai data fakta, Semenjak adanya amandemen Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pada batang tubuh pasal 28, secara tersirat memberikan ruang kepada setiap orang untuk mengemukakan pendapat dimuka umum, hal ini juga didukung dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin media untuk mempublikasikan hasil tulisan, liputan, video atau gambar yang merupakan hak konstitusional dilindungi oleh hukum selama tidak bertentangan dengan norma-norma dan kebiasaan yang berlaku di Indonesia.

            Sejak adanya jaminan tersebut,  semangat insan pers untuk meliput, dan menulis seperti artikel dan berita yang dipublikasikan melalui media cetak dan elektronik semakin meningkat, kegiatan pers di Indonesia tidak luput dari kegiatan pemerintah yang diselenggarakan mulai dari level desa/kelurahan hingga tingkat pusat. Seluruh lembaga pemerintah yang melakukan aktivitasnya dapat diberitakan melalui bidikan gambar dan tulisan untuk khalayak umum diseluruh tanah air. Hal ini mendorong meningkatnya konsumsi masyarakat untuk mengawasi kinerja penyelenggara pemerintahan. Disinilah sangat nampak peran media dalam mengarahkan stigma masyarakat tentang pemerintah melalui berita-berita yang disajikan oleh pers. Sudah seharusnya media memuat berita dan tulisan yang berimbang untuk setiap publikasi. Ketika pemerintah membuat prestasi maka seharusnya dipublikasikan dengan baik begitupula sebaliknya, tanpa harus menambahkan bumbu-bumbu yang dapat merubah pola pikir masyarakat yang berdampak pada penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akibat kesimpangsiuran berita yang disampaikan. Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia pers, dibantu peran teknologi yang terus berkembang melalui peningkatan Informasi dan Tekhnologi (IT), media masa mampu meningkatkan media baru untuk menyampaikan berita-berita terbaru dengan sangat cepat, bahkan perkembangan informasi dapat diperoleh setiap detik melalui dunia maya. Dengan demikan insan pers akan semakin haus akan informasi, terutama pemerinta yang merupakan objek utama sebagai sasaran

             Media Publik adalah milik masyarakat sebagai salah satu fungsi jembatan penghubung antara masyarakat,  melalui tulisan-tulisan yang memiliki sumber-sumber yang dapat dipercaya, masyarakat dapat menjadi pembaca serta pemerhati yang proaktif  kritis dan cerdas dalam menilai dan menanggapi.

            Pada akhirnya melalui perkembangan dunia pers yang semakin cepat perkembangannya, menjadi PR utama bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan roda pemerintahan agar tidak ada celah bagi pers untuk menjatuhkan pemerintah sehingga stigma-stigma negatif akan berkurang dari pandangan masyarakat dan diharapkan akan meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan

Media publik sebagai jembatan penghubung antara masyarakat, berita-berita dan tulisan yang disampaikan memiliki pengaruh yang besar terhadap pandangan para pembacanya. Media publik juga sangat mempengaruhi stabilitas nasional yang harus tetap diawasi dan dikontrol setiap publikasinya demi tetap terjaganya persatuan dan kesatuan Indonesia melalui pandangan-pandangan positif yang diberikan oleh media

Iqra Ardiansah

Posted in Jajak Pendapat | Leave a comment

LANJUTKAN PEMBINAAN!

kurvei - reward

Setelah Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan IPDN Kalimantan Barat pada 10 april 2013 lalu, banyak perubahan yang dirasakan oleh segenap civitas akademika di dalamnya. Dalam siklus kehidupan praja misalnya. Akhir-akhir ini, pola pembinaan pengasuhan dalam menegakkan disiplin  semakin nyata. Praja tidak diberikan sedikit pun celah untuk melanggar aturan yang berlaku. Mengapa tidak? Selain kesadaran yang timbul dalam diri sendiri, peran pengasuh sangatlah besar dalam mendukung seluruh kegiatan praja. Mulai dari Aerobik Pagi sampai Piket Malam.

Pengasuh turut aktif dalam siklus kehidupan praja. Salah satunya Aerobik pagi. Kegiatan yang dimulai dari pukul 05.00 pagi ini harus dilaksanakan tepat pada waktunya. Ada Konsekuensi yang diterima ketika praja terlambat. Artinya, pengasuh sudah berada di daerah persiapan sebelum kegiatan dimulai. Tidak hanya itu, ketika praja telat mengikuti perkuliahan maka mereka harus siap menerima konsekuensi yang teknisnya diatur oleh pengasuh. Ini adalah sebuah terobosan untuk membentuk karakter praja agar menjadi lebih disiplin.

Adapun Pola pembinaan yang disalurkan kepada praja di IPDN Kalimantan Barat yaitu pola pembinaan persuasif yang berasaskan kekeluargaan. Pola pembinaan ini mungkin ada dan diimplementasikan hanya di IPDN Kalimantan Barat. Dampak yang tercipta adalah hubungan yang harmonis antara senior dengan junior dan juga antara praja dengan pengasuh. Ini merupakan prestasi yang harus dibanggakan  karena  Praja di IPDN Kalimantan Barat sangat menjunjung tinggi Hirarki. Ketika ada penyimpangan terhadap hirarki, pengasuh turut ambil andil dalam mengatasi penyimpangan tersebut sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang sama di kemudian hari.

Pengasuh yang juga berlatar belakang pendidikan yang sama sangat memahami kebutuhan praja. Banyak kebijakan yang dibuat oleh pengasuh dan di izinkan langsung oleh pimpinan yang tentunya bermanfaat untuk praja. Adapun aktivitas yang baru dijadwalkan oleh pengasuhan yaitu pelaksanaan kurve pada rabu dan jumat sore. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara lingkungan sekitar wisma dan kampus. Ketika praja melaksanakan perintah dengan baik maka akan mendapatkan reward. Selain itu, pengasuh selalu memberikan motivasi dan pengetahuannya setiap saat. Dengan Slogan: Bisa Selembut Sutera, Bisa Sebuas Harimau.

Sampai sekarang, praja di IPDN Kalimantan Barat masih di pandang baik oleh seluruh pejabat IPDN Jatinangor maupun daerah dikarenakan prestasi yang dicapai dalam akademik, pengasuhan dan pelatihan.  Pada tahun ajaran 2011-2012, Kalbar berhasil mengirimkan 19 orang praja ke kampus IPDN Cilandak untuk melanjutkan ke program S-1. Sekalipun fasilitas terbatas, semangat praja tidak terbatas. Masih mau dan mampu melakukan tugas dan kewajiban dengan penuh optimis meraih cita-cita yang sudah ada didepan mata. Semua ini tidak terlepas dari peran semua pihak/ Civitas IPDN Kalimantan Barat terutama bagian pengasuhan. Oleh karena itu tidak ada kata lain selain “Terima kasih Pengasuhan” atas binaanmu.

Disiplin Nafas Kami dan Pengabdian Tekad Kami”

Penulis : Crinnum Asiatic Makuker

Art Editor : Febria Windita Sari

 

Posted in Jajak Pendapat | Tagged , | Leave a comment

Seru! Bazar Sore Ala IPDN Kalbar Menyambut Hari Kartini

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Oleh karena itu, setiap  tanggal  21  April  kita  sebagai warga negara Indonesia khususnya  perempuan merayakan Hari Kartini, perayaannya biasa dilakukan dengan kegiatan‐kegiatan yang berkaitan dengan kewanitaan. Dimana kaum perempuan bisa mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria. Tapi ironisnya justru setelah sekian lama kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dari harapan, ada  yang  mandiri  seolah‐olah bisa  hidup  tanpa kaum  pria, atau  kaum  perempuan  menjadi budak  di  negeri  orang  dan  menjadi  bahan pelecehan  atau  diperjual  belikan. Yang seharusnya adalah kesetaraan, saling menghormati, saling mendukung dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi.

Sore ini Jumat, 05 dan 12 April 2013, salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan di kampus IPDN Kalimantan Barat, yaitu Bazar, berjalan dengan lancar. Dengan kondisi cuaca yang kurang mendukung karena langit yang diselimuti awan mendung, hal itu tidak mematahkan semangat para Praja untuk melangsungkan kegiatan. Tepat pukul 15.00 WIB mendadak sayap kiri aula kampus IPDN Kalimantan Barat ramai dipadati oleh para Praja. Tidak seperti hari biasanya, sore ini Praja, mulai dari Madya Praja hingga Nindya Praja berbondong-bondong mendatangi aula tersebut untuk menjajakan uangnya di acara Bazar yang diselanggarakan oleh Panitia Peringatan Hari Kartini, yang anggotanya terdiri dari seluruh satuan Nindya Wanita Praja dan beberapa satuan Madya Wanita Praja. Kepanitiaan ini dipimpin oleh NWP. Sehat Terateti dan sebagai penanggung jawab adalah pengasuh Madya Wanita Praja yaitu Ibu Puji Eka Purwati S.STP.

Dalam Bazar tersebut di tawarkan berbagai makanan dan sabun kecantikan, mulai dari rujak, es buah, pisang keju, cakwe dengan berbagai pilihan rasa, jagung manis dan beberapa minuman bersoda serta ada penambahan menu pada saat bazar tanggal 12 yang cukup menarik yaitu sosis solo dan es rujak. Penjualnya adalah dari kalangan Praja sendiri. Ibu Eka selaku penanggung jawab acara memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada satuan Praja, karena mampu membuat acara ini berjalan dengan sukses bahkan lebih baik dari yang direncanakan. NWP Sehat Terateti selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan Bazar ini diadakan untuk mendukung berlangsungnya acara malam puncak pada tanggal 21 April 2013 mendatang.

Rangkaian acara Peringatan Hari Kartini ini diharapkan mampu memberikan makna yang mendalam bagi Praja, khususnya Praja Putri. Dalam acara bazar ini pun Praja putra juga turut memeriahkan acara dengan antusias. Diharapkan perjuangan Ibu Kartini dalam memperjuangkan dan mengangkat hak dan martabat perempuan. Tentunya kita semua berharap semoga makna kartini ditahun ini dan juga  tahun‐tahun  mendatang  bukan sekedar memperingati dengan kegiatan‐kegiatan, tapi muncul Kartini‐Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini. Sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan. Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada seorang perempuan yang kuat dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati dan seorang wanita yang berkepribadian baik.

bazar IPDN Kalbar

sumber: Wikipedia

Penulis: Devina s. Rohmah, Isriani Maulina

Posted in Berita | Leave a comment

Pertandingan Futsal Praja vs Karyawan IPDN Kalbar

Jumat, 8 Maret 2013 pukul 16.30 wib, lapangan sepak bola IPDN Kalimantan Barat diramaikan dengan sorak Madya Praja yang menyaksikan pertandingan antara tim futsall Praja dengan tim futsall THL. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penyaluran bakat dan hobi praja melalui olahraga. Tujuan diadakannya eventtersebut adalah dalam rangka memeriahkan HUT IPDN Kalimantan Barat yang ke-2. Kegiatan ini akan berlangsung dalam beberapa waktu kedepan hingga penetuan hasil nantinya. Kemarin merupakan pertandingan perdana sekaligus pertandingan pembukaan yang diwakili oleh madya praja wisma 17 melawan para Karyawan IPDN Kalbar.

Para THL yang rata-rata tidak lagi berusia muda merasa cukup tertantang melawan Praja. Hal ini ditunjukkan lewat semangat dan usaha untuk menampilkan performa yang maksimal. Terbukti di leg pertama tim dari Karyawan IPDN Kalbar dapat menyeimbangkan skor 1-1 dari Praja. Dengan poin yang dicetak oleh pak Yayat.

Pertandingan berjalan dengan lancar dan menghibur. Tidak ditemukan pelanggaran yang cukup berarti dari keduanya. Masing-masing tim menunjukkan kekompakan untuk mencetak gol. Diakhir  pertandingan skor adalah  4-1 yang dimenangkan oleh tim Praja. Walaupun hanya membawa pulang 1 skor, para Karyawan IPDN Kalbar menerima dengan sportif dan sangat menantikan untuk bertanding pada kesempatan berikutnya.

Futsal Praja vs THL

Sumber : Panitia HUT IPDN Kalbar, Praja

Posted in Berita | Tagged , | Leave a comment

Praktek Lapangan Nindya Praja di Kabupaten Pontianak

[cincopa AgLAeFbbAfol]

Posted in Galeri Foto | Leave a comment